Logo WhatsApp
oleh: admin pada: 25/07/2023 08:26 Langkah-langkah Efektif Mengatasi Cegukan pada Bayi

Cegukan adalah refleks normal yang sering dialami oleh bayi, terutama pada bayi yang baru lahir. Hal ini terjadi ketika diafragma, otot yang memisahkan rongga dada dan perut, tiba-tiba berkontraksi secara refleks.
Meskipun cegukan pada bayi umumnya tidak berbahaya, namun bisa membuat orang tua khawatir terutama jika bayi tampak tidak nyaman. 

1. Gendong Bayi dalam Kondisi Badan Tegak Lurus

Gendong bayi dalam kondisi badan tegak lurus adalah salah satu langkah yang dapat membantu mengatasi cegukan pada bayi. Caranya, pegang bayi dengan posisi vertikal, dada bayi menghadap ke depan dan kepala di bahu Anda. Posisi ini membantu merilekskan diafragma dan mengurangi tekanan pada perut, sehingga dapat membantu menghentikan cegukan.

Gendong bayi dalam posisi vertikal juga bermanfaat untuk mengurangi risiko bayi menelan udara saat menyusu, yang bisa menyebabkan cegukan. Selain itu, gendongan seperti ini dapat memberikan kenyamanan dan kehangatan bagi bayi, sehingga dapat membantu meredakan ketidaknyamanan yang mungkin terjadi akibat cegukan.

2. Susui Bayi dengan ASI

Pemberian ASI merupakan langkah efektif lainnya untuk mengatasi cegukan pada bayi. Saat bayi menyusu, diafragma akan merilekskan karena gerakan menghisap dan menelan saat menyusu. Gerakan menelan ini dapat membantu mengembalikan diafragma ke posisi normal dan menghentikan cegukan.

Pastikan posisi bayi yang benar saat menyusu agar ia dapat menghisap dengan efektif. Pastikan bibir bayi menutup rapat di sekitar puting susu dan bayi menyusu dengan tenang dan teratur. Jika bayi cegukan saat menyusu, cobalah untuk memberi jeda sejenak, pijat lembut punggungnya, dan lanjutkan menyusui setelah cegukan mereda.

3. Berikan Empeng dan Gerakan Mengisap untuk Merilekskan Diafragma

Jika bayi cegukan dan sulit untuk menyusu atau tidak mau menyusu, memberikan empeng dapat menjadi pilihan untuk merilekskan diafragma. Saat bayi mengisap empeng, gerakan mengisap yang dilakukan juga dapat membantu merilekskan otot-otot pernapasan, termasuk diafragma. Empeng juga dapat memberikan kenyamanan dan mengalihkan perhatian bayi dari cegukan yang mungkin dirasakannya.

Pastikan Anda menggunakan empeng yang steril dan sesuai dengan usia dan ukuran mulut bayi. Hindari memberikan empeng yang terlalu besar atau terlalu kecil karena dapat menyebabkan masalah pernapasan pada bayi.

Selain memberikan empeng, Anda juga dapat melakukan gerakan mengisap lainnya untuk membantu merilekskan diafragma bayi. Caranya, pegang bayi dalam posisi vertikal dan biarkan dia mengisap jempolnya atau jari Anda. Gerakan mengisap yang dilakukan oleh bayi dapat membantu merilekskan diafragma dan menghentikan cegukan.

Tips Tambahan untuk Mengatasi Cegukan pada Bayi

Selain langkah-langkah di atas, berikut adalah beberapa tips tambahan yang dapat membantu mengatasi cegukan pada bayi:

  1. Pijat Perut dengan Lembut:
    Pijat perut bayi dengan gerakan melingkar dan lembut dapat membantu meredakan ketegangan pada perut dan merilekskan diafragma.
  2. Cegah Bayi Menelan Udara:
    Pastikan bayi tidak menelan udara saat menyusu atau minum susu dari botol. Pastikan bibir bayi menutup rapat di sekitar puting susu atau puting botol agar udara tidak masuk ke perutnya.
  3. Pertahankan Lingkungan yang Tenang:
    Cegukan pada bayi seringkali terjadi akibat rangsangan eksternal atau suasana yang bising. Pertahankan lingkungan yang tenang dan nyaman untuk membantu meredakan cegukan pada bayi.
  4. Jangan Menyusui Terlalu Cepat atau Terlalu Lambat:
    Pastikan ritme menyusui bayi tidak terlalu cepat atau terlalu lambat. Menyusui dengan ritme yang tepat dapat membantu mencegah bayi menelan udara yang dapat menyebabkan cegukan.
  5. Buat Bayi Bersendawa:
    Setelah menyusui atau memberi makan bayi, biasakan untuk membuatnya bersendawa. Bersendawa membantu mengeluarkan udara yang mungkin tertelan selama makan atau menyusui, sehingga dapat mencegah cegukan.

Kapan Harus Menghubungi Dokter?

Cegukan pada bayi umumnya tidak berbahaya dan akan mereda dengan sendirinya dalam beberapa menit. Namun, ada beberapa situasi di mana Anda perlu menghubungi dokter, antara lain:

  1. Cegukan berlangsung lebih dari 10-15 menit dan tidak kunjung mereda.
  2. Bayi tampak tidak nyaman, rewel, atau mengalami kesulitan bernapas akibat cegukan.
  3. Cegukan terjadi sangat sering dan berulang kali dalam sehari.
  4. Bayi muntah setelah cegukan secara berulang kali.
  5. Terdapat gejala lain yang menyertai cegukan, seperti demam tinggi, muntah berlebihan, atau kemerahan di sekitar leher bayi.

Jika Anda mengalami salah satu kondisi di atas, segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan evaluasi dan penanganan lebih lanjut.