Tekanan darah tinggi dapat menyebabkan komplikasi seperti penyakit jantung, stroke, penyakit ginjal, bahkan kematian. Menurut WHO, hipertensi arteri hadir ketika tekanan darah di arteri lebih besar atau sama dengan 140 mmHg selama detak jantung (sistolik).
Selama waktu ini, saat jantung beristirahat di antara detak (diastolik), tekanan darah di pembuluh darah lebih besar atau sama dengan 90 mmHg. The American Heart Association sekarang mendefinisikan rentang tekanan darah normal dan abnormal dengan presisi yang lebih tinggi.
Baca juga: 3 Cara Merawat Bayi Baru Lahir |
- Normal: sistolik 120 mm Hg dan diastolik 80 mm Hg atau elevasi 120/80 mm Hg Kemungkinan: sistolik antara 120-129 mm Hg dan diastolik kurang dari 80 mm Hg
- Hipertensi tahap 1: tekanan darah sistolik antara 130 dan 139 mm Hg dan tekanan darah diastolik antara 80 dan 89 mm Hg
- Hipertensi tahap 2: tekanan darah terus menerus dalam kisaran 140/90 mm Hg atau lebih tinggi.
- Hipertensi darurat: tekanan darah di atas 180/120 mm Hg
- Rendah atau hipotensi: tekanan darah di bawah 90/60 mm Hg
Penyebab tekanan darah tinggi pada orang dewasa
Penyebab tekanan darah tinggi dapat dibedakan menurut jenis hipertensinya, yaitu primer (esensial) dan sekunder. Menurut Mayo Clinic, penyebab hipertensi primer masih belum diketahui.
Hipertensi biasanya berkembang selama bertahun-tahun dan menyebabkan komplikasi. Penyebab sekunder tekanan darah tinggi adalah penyakit dan efek samping obat.
Beberapa penyebab tekanan darah tinggi adalah:
- Gangguan apnea tidur obstruktif
- Masalah ginjal Tumor kelenjar adrenal
- Masalah tiroid
- Malformasi vaskular sejak lahir
- Efek samping dari beberapa pil KB, obat flu, dan pereda nyeri
- Efek samping penggunaan kokain dan amfetamin
Baca juga: 3 Cara Merawat Bayi Baru Lahir |
Faktor risiko tekanan darah tinggi
Selain penyebab di atas, darah tinggi atau tekanan darah tinggi juga bisa menyerang orang dengan kondisi medis tertentu. Beberapa faktor risiko tekanan darah tinggi adalah sebagai berikut: Seiring bertambahnya usia, risiko tekanan darah tinggi meningkat pada pria berusia 64 tahun ke atas dan pada wanita berusia 65 tahun ke atas.
Ada riwayat keluarga dengan tekanan darah tinggi.
- Kelebihan berat badan atau obesitas
- Kebiasaan fisik tidak aktif atau malas berolahraga
- Merokok dan mengunyah tembakau
- Perokok pasif
- Konsumsi garam (natrium) yang berlebihan.
- Kekurangan kalium dalam tubuh.
- Konsumsi alkohol berlebihan
- Stress
- Penyakit ginjal, diabetes, dan sleep apnea
Penyebab tekanan darah tinggi pada anak
Meski tekanan darah tinggi terutama menyerang orang tua, anak-anak juga berisiko terkena kondisi kesehatan ini. Pada beberapa anak, masalah ginjal dan jantung menjadi penyebab tekanan darah tinggi.
Namun, ada juga anak yang mengalami tekanan darah tinggi karena pola makan yang buruk, obesitas, dan kurang olahraga.
Dalam sebuah penelitian berjudul The Role of Propolis in Oxidative Stress and Lipid Metabolism: A Randomized Controlled Trial, propolis terbukti menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik.
Meski demikian, kondisi tersebut bisa terjadi ketika mengonsumsi propolis sebanyak 2 kali dalam satu hari dan dikonsumsi dalam kurun waktu 3 bulan.
Klik link dibawah untuk order Propolis Propomix