Allura red, atau red 40, adalah pewarna makanan yang biasa ditemukan pada permen, minuman ringan, dan beberapa produk sereal. Meski banyak digunakan, red allura bisa menyebabkan masalah pencernaan.
Sejauh ini, efek allura red pada pencernaan belum dipelajari dengan baik. Salah satu dari sedikit penelitian yang pernah dilakukan adalah penelitian yang dipublikasikan di Nature Communications.
Studi yang dilakukan oleh tim peneliti dari McMaster University menunjukkan bahwa pewarna makanan Allura Red biasa digunakan untuk menarik perhatian anak-anak. Namun di sisi lain, mengonsumsi allura red juga dapat menyebabkan masalah pencernaan seperti penyakit radang usus dan penyakit Crohn.
"Studi ini menunjukkan efek merugikan yang signifikan dari Allura Red pada kesehatan pencernaan," kata tim peneliti, seperti dilansir WebMD.
Temuan ini diyakini memiliki implikasi penting untuk pencegahan dan pengobatan penyakit radang usus. Di sisi lain, temuan ini juga dinilai mengkhawatirkan.
"Mengingat meluasnya penggunaan pewarna makanan sintetis, ini mungkin menjadi pemicu penyakit radang usus," kata Waliul Khan, peneliti utama dan profesor di Departemen Patologi dan Kedokteran Molekuler Universitas McMaster.
Khan mengatakan bahwa penggunaan Allura Red tidak hanya dapat menyebabkan radang usus, tetapi juga berbagai kondisi alergi, gangguan kekebalan tubuh atau masalah perilaku pada anak. Contoh masalah perilaku adalah attention deficit hyperactivity disorder, atau ADHD.
Sebuah penelitian menunjukkan propolis dapat membantu mengobati gangguan pencernaan.
Khususnya gangguan pencernaan seperti kolitis ulserativa, kanker saluran pencernaan, dan bisul.
Komponen aktif dalam propolis, termasuk asam caffeic phenethyl ester (CAPE), artepillin C, kaempferol, dan galangin.